DZIKIR PAGI & PETANG HARI 2
Dzikir Dari Al-Qur'an
Membaca ayat Kursi:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar." (Q.S. Al-Baqarah: 255)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang membaca ayat Kursi, maka Allah senantiasa menjaganya dan syaithan tidak akan mendekatinya sampai Subuh." (Lihat Fathul Bari syarah kitab Shahih Bukhari 1/487)
Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah:
"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Q.S. Al-Baqarah: 285-286)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa membaca keduanya pada malam hari, maka ia akan terpelihara dari kejahatan." (Lihat Fathul Bari syarah kitab Shahih Bukhari: 9/94, Muslim: 554)
Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Naas pada setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah shalat Subuh, dan menjelang malam sesudah shalat Maghrib; sesuai dengan sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam: "Barang siapa membaca ketiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu." (HSR. At Tirmidzi 3/182, Abu Dawud 4/508)
حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.
"Cukuplah bagiku Allah yang tiada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia, kepada-Nyalah aku bertawakal dan Dialah Rabb (pemilik) 'Arsy yang agung."
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa membacanya setiap hari ketika pagi dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka cukuplah Allah (yang memudahkan) dari segala kesulitannya di dunia dan akherat." (HR. Ibnu As-Sunni dalam Amalul Yaum wa Lailah no. 73, Abu dawud 4/321 dengan isnad yang jayyid)
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.
"Di waktu pagi kami berada di atas fithrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri diatas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik."
Dan ketika sore Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca do'a yang sama, tetapi dengan merubah kalimat "Ashbahna" menjadi "Amsaina":
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَ.....
"Di waktu sore kami berada diatas fithrah agama Islam…." (masing-masing dibaca 1x pada waktu pagi & sore), (HR. Ahmad 3/406, lihat Shahih Jaami''ush Shaghiir no. 4674 dan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 34)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِيْ النَّارِ وَعَذَابٍ فِيْ الْقَبْرِ.
"Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tiada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan kubur."
Dan ketika sore mengucapkan dzikir yang sama tetapi dengan merubah kalimat "Ashbahna wa Ashbaha" menjadi "Amsaina wa Amsa":
أَمْسَيْناَ وَأَمْسَى الْمُلْكُ ِللهِ وَ....
"Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah,…" (HR. Muslim 4/2088)
أَصْبَحْناَ وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.
"Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan, cahaya, berkah dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya."
Dan ketika sore membaca dzikir yang sama tetapi dengan merubah kalimat "Ashbahna wa Ashbaha" menjadi "Amsaina wa Amsa":
أَمْسَيْناَ وَأَمْسَى الْمُلْكُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ....
"Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, Rabb semesta alam…" (HR. Abu Dawud 4/322 dengan sanad yang hasan, lihat Zaadul Ma'aad oleh Imam Ibnul Qayyim 2/337)
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْناَ وَبِكَ أَمْسَيْناَ وَبِكَ نَحْياَ وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْنُّشُوْرُ.
"Ya Allah dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."
Dan ketika sore Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْناَ وَبِكَ أَصْبَحْناَ وَبِكَ نَحْياَ وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.
"Ya Allah dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk)." ( Lihat dalam Shahih At-Tirmidzi 3/142, Abu Dawud no. 5068, Ibnu Majah no. 1199)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ الله ُلاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
"Ya Allah, aku telah memasuki waktu pagi, aku persaksikan kepada-Mu, kepada (malaikat-malaikat) pemikul Arsy-Mu, kepada malaikat-malaikat-Mu dan seluruh makhluk (ciptaan) Mu, bahwasanya Engkaulah Allah yang tiada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. Barang siapa membacanya sebanyak empat kali ketika waktu pagi dan sore, maka Allah akan membebaskannya dari api Neraka." (HR. Abu Dawud 4/1317 dan Bukahri dalam Al Adabul Mufrad no. 1201)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ مِنْكَ فِيْ نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِيْ الدُّنْياَ وَالآخِرَةِ
"Ya Allah, aku telah memasuki waktu pagi, hanya dari-Mu kenikmatan, kesehatan dan ditutupnya aib, maka sempurnakanlah nikmat-Mu untukku, kesehatan (yang Engkau berikan) dan aib yang Engkau tutupi di dunia dan akherat. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa membaca (dzikir ini) sebanyak tiga kali ketika waktu pagi dan sore hari, maka benar-benar Allah akan menyempurnakan baginya (permintaan yang dia minta dalam do'a tadi)." (HR. Ibnu Sunni dalam Amalul Yaumi wa Lailah)
اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرَيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.
"Ya Allah, tiada nikmat yang aku terima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu pada pagi hari ini melainkan dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu-lah segala puji dan kepada-Mu-lah panjatan syukur. Barang siapa membacanya di waktu pagi dan sore hari, maka sungguh dia telah bersyukur pada hari itu dan malamnya." (HR. Abu Dawud 4/318)
ياَ رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
"Ya Rabb, bagi-Mu-lah segala puji yang sesuai dengan kemuliaan wajah-Mu dan kebesaran kekuasaan-Mu. (Barang siapa membacanya) Allah akan berkata kepada dua malaikat: "Tulislah (kalimat itu) sebagaimana diucapkan oleh hambaku, sampai kelak dia mengahadap-Ku, maka Aku akan membalasnya dengan (catatan amal baik) itu." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dengan rijal yang tsiqat)
رَضِيْتُ بِاللهِ رَباَّ وَبِالإِسْلاَمِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا.
"Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabbku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah). Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberinya keridhaan pada hari Kiamat." (HR. Ahmad 4/337, lihat dalam Shahih At-Tirmidzi 3/141)
ياَ حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.
"Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak memerlukan segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu). Barang siapa mengucapkannya, maka dia telah berdo'a dengan dua kebaikan, kebaikan dunia dan akhirat." (Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273)
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الأَرْضِ وَلاَ فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
"Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan bersama nama-Nya. Dialah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya." Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan: "Dia tidak akan terkena musibah (yang datang) secara tiba-tiba." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.
"Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya. Dibaca sebanyak tiga kali pada waktu pagi saja." (HR. Muslim 4/2090)
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ.
"Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tiada Ilah (yang layak diibadahi) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Dibaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 3/142)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga." (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari 11/97-98)
اَللَّهُمَّ عَاِلمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
"Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi tiada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Aku belindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya, (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya. Barang siapa membacanya di waktu pagi dan sore, maka Allah akan menjaganya dari was-was syaitan." (HR. Abu Dawud, lihat dalam Shahih At-Tirmidzi 3/142)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعاَفِيَةَ فِيْ الدُّنْياَ وَالآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْياَيَ وَأَهْلِيْ، وَمَالِيْ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأُعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتاَلَ مِنْ تَحْتِيْ.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan di akherat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi). Dibaca pagi dan sore." (HR. Abu Dawud, lihat dalam Shahih Ibnu Majah 2/332)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِن غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dikuasai orang lain. Barang siapa membacanya pada waktu pagi dan sore hari akan hilang kesusahannya dan (dimudahkan) untuk melunasi hutangnya." (HR. Abu Dawud)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ.
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan segala apa yang diciptakan-Nya. Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)
اَللَّهُمَّ هَذَا إِقْباَلُ لَيْلِكَ وَإِدْباَرُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَائِكَ فاَغْفِرْ لِيْ.
"Ya Allah, ini waktu malam-Mu telah tiba dan waktu siang-Mu telah berlalu dan suara-suara undangan-Mu (telah berkumandang), maka ampunilah aku (hamba-Mu). Anda ucapkan ketika mendengar adzan Maghrib." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
اَللَّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ.
"Ya Allah selamatkanlah aku dari (adzab) api Neraka.
"Apabila Anda telah selesai menunaikan shalat Maghrib, maka sebelum berbicara dengan seorang pun bacalah (do'a di atas) sebanyak tujuh kali, maka apabila engkau mati pada malam itu akan dicatat keselamatan untukmu dari (adzab) api Neraka, dan ketika Anda selesai menunaikan shalat Subuh bacalah (do'a yang sama), karena Anda apabila mati pada malam itu akan dicatat keselamatan untuk Anda dari (adzab) api Neraka." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا ناَفِعاً وَرِزْقاً طَيِّباً وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa'at, rizki yang baik dan amal yang tidak tertolak. Di baca setelah salam dari shalat Subuh." (HR. lihat Shahih Ibnu Majah 1/152 dan Shahih Az-Zawa'id 10/111)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ماَ شَاءَ اللهُ كاَنَ وَماَ لَمْ يَشَأْْ لَمْ يَكُنْ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحاَطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْماً، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَآبَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِناَصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّيْ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, kepada-Mu aku bertawakal dan Engkau adalah Rabb pemilik 'Arsy yang agung, segala apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi, Tidak ada kekuasaan dan kekuatan (yang sempurna) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Aku mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Ya Allah aku berlindung dari kejelekan jiwaku dan dari kejelekan setiap binatang yang Engkau pegang ubun-ubunya, sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Barang siapa membacanya di pagi hari, maka dia akan terhindar dari musibah sampai sore hari dan barang siapa membacanya di waktu sore hari, maka dia akan terhindar dari musibah sampai pagi hari." (HR. Ibnu sunni dan Abu Dawud dari sebagian putri-putri Nabi shallallahu alaihi wa sallam)
اَللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
"Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan isteri serta umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Barang siapa membacanya sebanyak sepuluh kali, maka akan mendapatkan syafa'at Nabi shallallahu alaihi wa sallam kelak pada hari Kiamat." (HR. At-Tabrani dalam Al-Kabir dan dihasankan oleh syaikh Al-Albani, lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib hal: 273 no. 659)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
"Tiada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." Barang siapa membacanya sebanyak 100 kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak keturunan Ismail, ditulis baginya 100 kebaikan dan dihapus darinya 100 keburukan, serta baginya perlindungan dari syaitan. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya (dari mengamalkan dzikir di atas) kecuali ia membacanya sebanyak itu (100X) atau lebih banyak lagi dari itu". (HR. Bukhari 4/95 dan Muslim 4/2071)
"Barang siapa membaca سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ sebanyak seratus kali, maka akan diampuni dosa-dosanya walapun seperti buih dilautan." (Lihat Shahih Muslim 4/2071) Abu Haitham Syafiq Bawazier.